CAPITAL CORP. SYDNEY

73 Ocean Street, New South Wales 2000, SYDNEY

Contact Person: Callum S Ansell
E: callum.aus@capital.com
P: (02) 8252 5319

WILD KEY CAPITAL

22 Guild Street, NW8 2UP,
LONDON

Contact Person: Matilda O Dunn
E: matilda.uk@capital.com
P: 070 8652 7276

LECHMERE CAPITAL

Genslerstraße 9, Berlin Schöneberg 10829, BERLIN

Contact Person: Thorsten S Kohl
E: thorsten.bl@capital.com
P: 030 62 91 92

Sudah Mendesak, Indonesia Butuh Pusat Data Nasional

berita

Bitung – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate mengungkapkan, pentingnya Pusat Data Nasional bagi keberlanjutan sebuah negara. Saat ini, data center jumlahnya ribuan dan berceceran di mana-mana.

Disampaikan Johnny, tercatat sampai sekarang Indonesia memiliki lebih dari 2.700 data center. Namun mirisnya hanya 3% di antaranya yang sudah memenuhi standar global.

“Yang sebagian besar juga belum menggunakan cloud computing, masih menggunakan sistem lama. Karenanya berdampak pada konsolidasi dan interoperabilitas data yang mengakibatkan sulitnya mengambil keputusan data nasional atau satu data nasional,” tuturnya dalam kunjungan kerjanya ke Bitung, Sulawesi Utara, Selasa (28/7/2020)

“Untuk itu, Pemerintah Joko Widodo menetapkan, di samping Pusat Data Nasional, Indonesia juga satu data nasional untuk memudahkan pengambilan keputusan dalam kebijakan publik,” sambung Johnny.

Sejauh ini, pemerintah baru menetapkan empat calon lokasi yang akan dibangun Pusat Data Nasional, yakni di Jakarta, Batam (Kepulauan Riau), calon ibu kota baru negara, dan Bitung (Sulawesi Utara).

Adapun kunjungan kerja Menkominfo beserta jajarannya ke Bitung ini guna melihat kesiapan dan bagaimana kondisi lokasi yang direncanakan berdirinya Pusat Data Nasional.

Johnny kembali mengatakan akan pentingnya sebuah negara mempunyai Pusat Data Nasional, khususnya menyangkut masa depan Indonesia.

“Pusat Data Nasional ini terkait data bangsa dan negara dan potensi masa depannya. Karena apa? Yang menguasai data melalui artificial intelligence, big data, semua algoritma itu bisa meramal satu bangsa akan ada di mana di tahun-tahun kemudian. Kalau data tidak dikelola dengan baik, kita sendiri tidak tahu masa depan kita ada di mana,” ucapnya.

Saat ditanya kapan kapan Indonesia resmi memiliki Pusat Data Nasional, politisi Partai NasDem ini enggan untuk menyebutkan waktu pastinya.

“Targetnya kita susun dulu, kita cek kesiapan lokasi, yang jelas bahwa sudah sangat urgent Indonesia punya Pusat Data Nasional,” pungkas dia.

.